Sedan Listrik BMW i3 ‘Neue Klasse’: Era Baru BMW

BMW siap untuk mendefinisikan ulang jajaran kendaraan listriknya dengan i3 2027, sedan ukuran menengah yang dibangun di atas platform yang benar-benar baru. Ini bukan sekedar EV biasa; ini menandai kebangkitan kembali sebutan BMW “Neue Klasse”, yang secara historis digunakan untuk model yang menyelamatkan perusahaan pada tahun 1960an. Meskipun pertaruhannya tidak terlalu besar saat ini, kesuksesan i3 sangat penting bagi masa depan mobil listrik BMW.

Awal yang Baru: Bukan i3 milik Kakek Anda

Nama “i3” mungkin membangkitkan kenangan akan mobil listrik kota BMW yang unik dan terdahulu, namun versi baru ini berbeda secara mendasar. Ini diposisikan sebagai listrik yang setara dengan seri 3 bertenaga gas, sejajar dengan i5 (setara seri 5) dan i7 (setara seri 7). i3 baru lebih besar dari seri 3 saat ini – lebih panjang 1,6 inci, lebih lebar 1,5 inci, dan lebih tinggi 1,6 inci, dengan jarak sumbu roda lebih panjang hampir 2 inci.

Teknologi Revolusioner di Balik Terpal

Berbeda dengan i5 dan i7, i3 tidak berbagi platform dengan versi bensinnya. Sebaliknya, ia memanfaatkan arsitektur canggih yang sama dengan SUV iX3, dengan sistem kelistrikan 800 volt yang mampu menerima kecepatan pengisian daya hingga 400 kW (meskipun infrastruktur publik masih tertinggal). Ini mencakup port NACS standar dengan kompatibilitas CCS melalui adaptor, dan mendukung pengisian daya AC hingga 15,4 kW.

Baterai 109 kWh i3 tidak hanya besar; secara struktural terintegrasi ke dalam mobil dan dilengkapi sel 20% lebih padat energi dibandingkan kendaraan listrik BMW yang sudah ada. Ini berarti perkiraan jarak tempuh sekitar 440 mil berdasarkan pengujian EPA.

Model i3 50 xDrive dengan spesifikasi teratas menghasilkan 463 tenaga kuda dan torsi 476 pon-kaki. Yang mendukung semua ini adalah sistem komputasi baru dengan empat “superkomputer”, yang menawarkan 20 kali lipat kekuatan pemrosesan dari model sebelumnya sekaligus mengurangi bobot dan kompleksitas.

Di dalam BMW Masa Depan

Interior i3 sangat berbeda dengan desain tradisional BMW. Fitur yang paling mencolok adalah Panoramic iDrive, layar dangkal yang membentang di dasbor. Ini dibagi menjadi beberapa bagian yang dapat disesuaikan, termasuk cluster yang menghadap pengemudi untuk kecepatan dan data penting lainnya. Layar sentuh tengah berbentuk jajaran genjang berukuran hampir 18 inci** membuat fungsi-fungsi penting mudah dijangkau.

Desain roda kemudi juga tidak konvensional, hanya menampilkan jari-jari di bagian atas dan bawah roda. Opsi M Sport tradisional dengan jari-jari jam 4 dan 8 tersedia bagi mereka yang menyukainya.

Desain Klasik, Eksekusi Modern

Eksteriornya mempertahankan ciri khas BMW – kisi-kisi ginjal kembar (bercahaya) dan lampu depan empat elemen. Namun, lampu depan kini memiliki bentuk tanda centang menyamping yang khas, dan fasia depan miring pada sudut 6 derajat, mencerminkan desain ikonik “hidung hiu” pada tahun 1970an dan 80an. Kepala desain BMW, Anders Warming, menyebut ini sebagai “awal dari bahasa bentuk baru untuk keseluruhan merek.”

Model Inti Konsep Baru

Selama beberapa dekade, seri 3 telah menjadi tulang punggung jajaran BMW. Kini, perusahaan memposisikan mobil Neue Klasse – termasuk i3 – sebagai “jantung baru merek BMW.” i3 akan mulai dijual akhir tahun ini, meskipun harga resminya masih dirahasiakan.

BMW i3 2027 mewakili lebih dari sekedar mobil listrik; ini merupakan perubahan mendasar dalam desain, teknologi, dan arah strategis BMW. Kebangkitan Neue Klasse menandakan komitmen merek tersebut untuk memimpin revolusi kendaraan listrik, tidak hanya berpartisipasi di dalamnya.

Попередня статтяAudi E7X: SUV Listrik Baru Targetkan Pasar China dengan Performa Tinggi