BMW telah secara signifikan menurunkan harga model produksi terkuatnya, XM Label, sebesar $25.400. Meskipun ada pemotongan ini, kendaraan ini tetap menjadi salah satu mobil termahal yang dibuat di AS, mulai dari $159.600. Langkah ini dilakukan setelah angka penjualan yang lesu, dengan hanya 1.878 XM yang terjual di AS tahun lalu—bahkan lebih sedikit dibandingkan roadster Z4.
Mengapa Penurunan Harga Itu Penting
XM dimaksudkan untuk menjadi kendaraan halo BMW, model M khusus pertama sejak M1 legendaris dari tahun 1970an dan awal 80an. Alih-alih supercar bermesin tengah yang telah lama ditunggu-tunggu, BMW memilih SUV hybrid plug-in yang besar untuk bersaing dengan Lamborghini Urus. Keputusan tersebut mendapat kritik dari para peminat dan belum menghasilkan penjualan yang kuat. BMW memproyeksikan bahwa AS dan Tiongkok akan menyumbang hampir setengah dari permintaan global, dan Amerika sendiri diperkirakan akan menyumbang 26% dari penjualan. Apakah proyeksi tersebut terpenuhi masih belum diketahui.
Kompetisi
Pemotongan harga bertujuan untuk membuat XM lebih kompetitif, namun masih menghadapi perjuangan berat. Kompetisi X5 M, yang menawarkan kinerja sebanding, hampir $28.600 lebih murah. Meskipun XM menawarkan tenaga yang lebih besar, bobot X5 M yang lebih ringan belum tentu lebih lambat. Banyak pembeli mungkin lebih menyukai gaya X5 M yang lebih konvensional dibandingkan desain polarisasi XM.
Masa Depan XM
Keputusan BMW untuk memprioritaskan SUV besar dibandingkan produk andalan yang berfokus pada performa kini sedang dalam pengawasan. Jika XM ingin sukses, generasi berikutnya memerlukan perubahan signifikan. Pengaturan V8 yang lebih ringan dan murni dapat meningkatkan daya tariknya, sementara versi listrik sepenuhnya mungkin bukan jawabannya, meskipun ada rencana EV dari BMW. Desain yang lebih bersahaja juga dapat memperluas audiensnya, namun tetap bersaing langsung dengan X5 M. Dengan pengembangan versi performa tinggi X7 dan Alpina XB7 yang akan datang, jajaran SUV mewah BMW menjadi semakin ramai.
Masa depan XM masih belum pasti. BMW mempunyai kebutuhan yang jelas untuk mengatasi lemahnya penjualan dengan secara radikal memperbaiki modelnya atau posisinya di pasar.

















