Pengemudi Florida Menerima Tiket untuk Mengirim SMS Dengan Tangan yang Tidak Ada

Seorang wanita Florida baru-baru ini dikenakan tuntutan karena melanggar undang-undang mengemudi yang mengganggu, meskipun faktanya dia tidak memiliki tangan kanan – tangan yang menurut petugas dia gunakan untuk memegang teleponnya. Insiden tersebut, yang dengan cepat menjadi viral di TikTok sebelum postingan aslinya dihapus, menyoroti inkonsistensi dalam penegakan hukum dan menimbulkan pertanyaan tentang seberapa dekat petugas mematuhi persyaratan sebenarnya dari Statuta Florida 316.305(3)(a).

Kutipan yang Salah

Wanita tersebut menerima tiket senilai $116 dari Kantor Sheriff Palm Beach County karena memegang perangkat nirkabel saat mengemudi. Selama penghentian lalu lintas, deputi tersebut menyatakan bahwa dia mengamatinya menggunakan tangan kanannya untuk mengoperasikan telepon. Ketika ditanyai, petugas tersebut membenarkan pernyataannya, bahkan setelah wanita tersebut menunjukkan kepadanya anggota tubuhnya yang hilang.

Kasus ini bukan hanya tidak masuk akal; itu goyah secara hukum. Kutipan tersebut hanya menyebutkan memegang perangkat, tidak menggunakannya secara aktif untuk mengirim pesan teks atau entri data. Undang-undang mengemudi yang terganggu di Florida mengharuskan petugas untuk mengamati pengemudi mengetik secara manual di perangkat mereka agar pelanggaran dapat terjadi. Sekadar memegang telepon, meskipun seseorang memiliki kedua tangan, tidaklah cukup berdasarkan undang-undang saat ini.

Mengapa Ini Penting: Penegakan yang Ambigu

Insiden ini menunjukkan permasalahan yang lebih luas terkait penegakan hukum lalu lintas di Florida. Meskipun negara bagian mempunyai undang-undang yang melarang “kecepatan super” dan peraturan khusus mengenai pelat nomor, penerapan peraturan ini bisa jadi tidak merata. Polisi kesulitan dalam menegakkan penegakan hukum secara konsisten, dan terkadang menilang pengemudi karena hal-hal teknis yang tidak sesuai dengan semangat hukum.

Kasus ini merupakan contoh ekstrem, namun hal ini menggarisbawahi sebuah pola: penegak hukum mungkin tidak sepenuhnya memahami atau menerapkan dengan benar hukum yang menjadi tugas mereka untuk ditegakkan. Wanita tersebut menggugat pencalonan tersebut di pengadilan, dan pakar hukum berpendapat bahwa kutipan tersebut kemungkinan besar akan ditolak karena kurangnya bukti bahwa dia aktif mengirim pesan.

“Undang-undang tidak hanya menghukum memegang telepon; namun juga menghukum tindakan mengetik saat mengemudi.”

Kesimpulannya

Kisah pengemudi Florida ini menjadi pengingat bahwa bahkan undang-undang dengan kata-kata yang jelas pun dapat disalahartikan atau diterapkan secara salah. Insiden ini kemungkinan akan mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap halte lalu lintas dan mendorong penegakan hukum untuk meninjau secara spesifik undang-undang mengemudi yang terganggu. Meskipun kasus ini tidak biasa, kasus ini menjadi sebuah peringatan akan pentingnya observasi yang tepat dan pelaporan yang akurat dalam kepolisian.

Попередня статтяPolestar Mengumumkan Ekspansi Agresif Meskipun Halo Car Tertunda
Наступна статтяAlpine A290 Memenangkan Penghargaan “Best Fun EV” dari Autocar