Merek Jaguar, yang dulu dianggap tidak memiliki nilai nyata oleh para pemimpinnya sendiri, kini mengalami kebangkitan popularitas yang tak terduga. Meski menghentikan produksi model-model baru, kendaraan-kendaraan lama dari merek tersebut mendapatkan apresiasi baru – bahkan penghormatan – di kalangan penggemar mobil. Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan: mengapa Jaguar tiba-tiba lebih keren sekarang dibandingkan beberapa tahun yang lalu?
Daya Tarik Ketidakhadiran
Waktunya adalah kuncinya. Jeda produksi Jaguar saat ini mungkin menjadi faktor utama. Ibarat sebuah band yang bubar pada puncak kejayaannya, ketidakhadiran merek tersebut untuk sementara nampaknya memicu nostalgia. Pepatah yang mengatakan “Anda tidak akan tahu apa yang Anda punya sampai semuanya hilang” sepertinya ada benarnya. Fenomena ini menggemakan pengikut setia Saab, di mana fitur-fitur unik dan menawan menutupi masalah keandalan mobil di kemudian hari. Orang-orang mengingat masa-masa indah – tempat cangkir yang berputar, kancing tersembunyi, dan pilihan desain yang unik – dan dengan mudah melupakan kekurangannya.
Bangkitnya Jaguar Retro
Beberapa model memimpin kebangkitan retro ini. XJ generasi terbaru (dihentikan produksinya pada tahun 2019) kini banyak dikagumi karena keanggunannya yang bersahaja. XJC lama semakin dicari, dan XJS menikmati kebangkitan gaya. Bahkan XK8 awal, yang dulunya dianggap biasa-biasa saja, kini dipandang sebagai mobil klasik yang baru muncul. Bahkan S-Type R yang sebelumnya dicemooh kini mengalami tampilan kedua. Ini bukan hanya tentang kelangkaan; ini tentang semakin besarnya apresiasi terhadap warisan desain Jaguar.
Memori Selektif dan Tipe 00
Nostalgia cenderung menyaring aspek-aspek yang kurang glamor dalam sejarah suatu merek. Kesuksesan F-Type tidak meniadakan keberadaan E-Pace, dan XJ tidak menghapus X-Type. Namun, nostalgia memungkinkan adanya ingatan selektif, hanya berfokus pada hal-hal positif. Jaguar sendiri tampaknya menyadari hal ini, dengan kampanye Type 00 baru-baru ini yang awalnya gagal menjangkau audiens karena kurangnya konteks sejarah. Merek ini kemudian melakukan koreksi dengan memasukkan model ikonik seperti XJS dan E-Type ke dalam pemasarannya, bersandar pada nostalgia yang mendorong kebangkitannya saat ini.
Masa Depan Keren
Faktor keren Jaguar saat ini bukanlah pada apa yang sedang dibangunnya, namun pada apa yang telah dibangunnya. Ironisnya, absennya mobil baru memperkuat daya tarik merek tersebut. Dengan mengandalkan nostalgia dan menekankan warisan desainnya, Jaguar memanfaatkan hubungan emosional yang kuat dengan para penggemarnya. Masih harus dilihat apakah momentum ini akan menghasilkan kesuksesan di masa depan, namun untuk saat ini, masa lalu merek ini terbukti lebih berharga dibandingkan masa kini.
