Nissan Memperluas Opsi Hybrid X-Trail untuk Pembeli Australia

Nissan memperluas jajaran produk hybrid untuk SUV X-Trail yang populer di Australia, menanggapi meningkatnya permintaan konsumen dan tekanan kompetitif dari pesaing seperti Honda, Kia, dan Toyota. Perluasan ini akan mencakup varian e-Power berpenggerak dua roda (FWD), sehingga memberikan pilihan yang lebih terjangkau kepada pembeli.

Permintaan Hibrida Mendorong Strategi Nissan

Direktur Pelaksana Nissan Oceania Andrew Humberstone membenarkan langkah tersebut, mengutip kinerja penjualan X-Trail yang kuat. Perusahaan bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasarnya dengan menawarkan konfigurasi hybrid yang lebih luas. Keputusan ini diambil ketika produsen mobil lain secara agresif mendorong opsi hybrid, dengan Honda baru-baru ini mengurangi varian CR-V yang hanya menggunakan bahan bakar bensin dan Toyota menghentikan penggunaan RAV4 berbahan bakar bensin secara bertahap. Kia juga telah memperluas jajaran Sportage Hybrid-nya.

Apa yang Berubah?

Saat ini, semua model hybrid X-Trail e-Power di Australia hadir standar dengan penggerak semua roda (AWD). Opsi FWD baru kemungkinan akan menurunkan harga, membuat teknologi hybrid lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas.

X-Trail e-Power menggunakan sistem unik: mesin tiga silinder 1,5 liter turbocharged bertindak sebagai generator, menggerakkan motor listrik (baik pengaturan 150kW/330Nm atau ganda 150kW/330Nm dan 100kW/195Nm) yang menggerakkan kendaraan. Penghematan bahan bakar pada model FWD diperkirakan sedikit meningkat, turun dari sekitar 6,1L/100km pada versi AWD menjadi sekitar 5,8L/100km.

E-Power Tujuh Kursi Masih Belum Jelas

Meskipun Nissan menawarkan varian e-Power tujuh kursi di Eropa, masih belum pasti apakah varian tersebut akan diimpor ke Australia. Saat ini, semua X-Trail berlistrik di pasar Australia dibatasi lima kursi.

Fokus EV Tertunda

Perluasan opsi hybrid bertepatan dengan keputusan Nissan untuk “menunda tanpa batas waktu” peluncuran model Leaf yang sepenuhnya listrik di Australia. Hal ini mencerminkan perubahan strategi yang lebih luas, dimana perusahaan memprioritaskan teknologi hibrida dibandingkan kendaraan listrik murni dalam waktu dekat.

Langkah Nissan ini menggarisbawahi semakin pentingnya powertrain hybrid sebagai jembatan antara mesin pembakaran tradisional dan elektrifikasi penuh, khususnya di pasar seperti Australia di mana adopsi kendaraan listrik masih berkembang.

Попередня статтяVauxhall Frontera Electric: Kesepakatan Sewa Terjangkau Tersedia Sekarang
Наступна статтяKia EV9 GT: Tampilan Santai pada Performa Listrik