Додому Berita dan Artikel Terbaru Frustrasi Masyarakat Meningkat karena Dewan Menolak Kekhawatiran Kecepatan Meskipun Ada Banyak Bukti

Frustrasi Masyarakat Meningkat karena Dewan Menolak Kekhawatiran Kecepatan Meskipun Ada Banyak Bukti

Penduduk di seluruh Inggris semakin mengambil tindakan sendiri untuk memerangi ngebut secara sembrono, karena pemerintah setempat sering kali menolak menerapkan langkah-langkah keselamatan meskipun terdapat bukti nyata adanya kondisi mengemudi yang berbahaya. Tren yang berkembang ini menyoroti keterputusan penting antara masalah keselamatan publik dan pengambilan keputusan birokrasi.

Meningkatnya Kecepatan, Meningkatnya Aksi Publik

Sejak tahun 2022, denda karena ngebut telah meningkat secara nasional sebesar sekitar 15%, yang menunjukkan permasalahan yang semakin buruk. Sebagai responnya, jumlah kelompok pemantau kecepatan yang dipimpin oleh komunitas – seperti Community Speedwatch – telah meningkat menjadi 2.500, dan kini didukung oleh lebih dari 17.000 sukarelawan. Kelompok-kelompok ini mengisi kesenjangan yang disebabkan oleh kurangnya atau tertundanya tindakan dari pemerintah daerah.

Namun, dalam banyak kasus, dewan kota mengabaikan kekhawatiran warga, bahkan ketika data menunjukkan seringnya pelanggaran kecepatan dan tabrakan yang terdokumentasi. Beberapa pihak berwenang berpendapat bahwa risiko cedera “terlalu rendah” untuk membenarkan intervensi, meskipun pelanggaran sudah jelas dan berulang.

Warga Bromley Menghadapi Pemecatan

Contoh terbaru adalah situasi di Bromley, London Tenggara, di mana penduduk di Jalan Siward dan Jalan Godwin mengumpulkan bukti kuat bahwa mereka ngebut secara sembrono. Selama dua minggu, mereka mencatat sekitar 1.000 pelanggaran, termasuk 40 pengemudi yang melaju dengan kecepatan melebihi 60 km/jam, dengan satu pengemudi mencatat kecepatan 75 mph di zona 30 mph.

Warga juga mengklaim telah mendokumentasikan lebih dari sepuluh tabrakan dalam empat tahun terakhir, termasuk satu insiden dimana seorang pejalan kaki dirawat di rumah sakit. Meskipun demikian, Dewan Bromley meremehkan temuan tersebut, dengan mengklaim bahwa “tidak ada catatan tabrakan” di jalan tersebut dalam tiga setengah tahun terakhir.

“Mereka seolah-olah tidak ada kecelakaan sama sekali, namun tetangga saya dan saya dapat meyakinkan siapa pun bahwa telah terjadi kecelakaan,” kata Susannah Miller, anggota kelompok kampanye warga. “Kami pikir intervensi fisik diperlukan, namun dewan mengatakan lima orang harus terbunuh atau terluka parah sebelum mereka mempertimbangkan tindakan apa pun. Mengapa orang harus mati atau terluka ketika kita memiliki data yang menunjukkan adanya risiko nyata?”

Dewan Membela Prioritas

Kepala transportasi Dewan Bromley, anggota dewan Nicholas Bennett, menyatakan bahwa terbatasnya dana dari Transport for London memerlukan tindakan prioritas berdasarkan “bukti adanya titik hitam kecelakaan yang diketahui.” Menurut data dewan sendiri, Bromley mengalami penurunan angka cedera serius sebesar 48% dari tahun 2019 hingga 2023, dan merupakan salah satu tingkat korban terendah di London.

Namun, pembelaan ini mengabaikan pendekatan proaktif yang dilakukan oleh warga yang menyediakan data real-time mengenai perilaku mengemudi berbahaya sebelum tabrakan terjadi. Konflik ini menggambarkan masalah yang lebih luas: pemerintah daerah sering kali bereaksi terhadap kecelakaan daripada mencegahnya, bahkan ketika masyarakat menawarkan solusi.

Meningkatnya rasa frustrasi di kalangan warga menggarisbawahi kegagalan sistemik untuk mengatasi permasalahan ngebut secara efektif, memaksa warga untuk bertindak sebagai penegak lalu lintas secara de facto sementara dewan kota memprioritaskan metrik birokrasi daripada keselamatan publik.

Exit mobile version