Rolls-Royce secara resmi telah memasuki era baru manufaktur ultra-mewah dengan diperkenalkannya Project Nightingale, model perdana dalam Coachbuild Collection baru Rolls-Royce. Mobil convertible bertenaga listrik edisi terbatas ini mewakili perubahan signifikan bagi merek ini, memadukan penghormatan sejarah dengan performa listrik mutakhir.
Warisan yang Ditata Ulang
Nama “Nightingale” berakar kuat pada sejarah merek tersebut. Ini mengacu pada Le Rossignol, nama Perancis untuk burung bulbul, yang juga merupakan nama perkebunan di French Riviera tempat para insinyur Henry Royce pernah tinggal dan bekerja.
Para desainer mendapatkan inspirasi lebih lanjut dari prototipe 16EX dan 17EX pada tahun 1920-an—kendaraan perintis yang menampilkan bodi aluminium ringan yang dirancang untuk menembus batas kecepatan 90 mph. Untuk menghormati hubungan ini, Nightingale menampilkan lencana merah yang khas dan lapisan cat Côte d’Azur Blue yang berbintik-bintik serpihan merah, meniru estetika 17EX tahun 1928 yang asli.
Desain dan Rekayasa Radikal
Beralih dari siluet tradisional Rolls-Royce, Project Nightingale mengadopsi bahasa desain “monolitik” yang berani.
- Fasia Depan: Karena kendaraan listrik tidak memerlukan lubang pendingin besar yang diperlukan untuk mesin pembakaran internal, hidungnya sangat tumpul dan tegak. Fiturnya unik, lampu depan berorientasi vertikal yang diposisikan di tepi luar, berbeda dengan pencahayaan horizontal khas merek tersebut.
- Garis Terpahat: Pita baja tahan karat yang menonjol mengalir dari lampu depan ke sisi kendaraan, diakhiri dengan lampu belakang LED vertikal “seperti cakar”.
- The “Piano Boot”: Sesuai dengan desain instrumen yang megah, bagasi belakang dapat dibuka ke samping dengan cara yang mengingatkan kita pada tutup grand piano.
- Dimensi: Meskipun mobil ini memiliki panjang yang sama dengan sedan Phantom, mobil ini merupakan mobil convertible dua pintu dan dua tempat duduk khusus yang dilengkapi dengan roda 24 inci —yang terbesar yang pernah dipasang pada Rolls-Royce.
Interior Elektrik yang Imersif
Meskipun spesifikasi teknis spesifik untuk powertrainnya masih belum diumumkan, kendaraan ini dibangun dengan arsitektur listrik yang kemungkinan besar berasal dari Rolls-Royce Spectre. Artinya, pengemudi dapat menikmati pengalaman berperforma tinggi dan senyap, yang berpotensi memanfaatkan pengaturan motor ganda Spectre yang menghasilkan tenaga hingga 650 tenaga kuda.
Kabin dirancang untuk menjadi tempat perlindungan cahaya dan kemewahan:
– Starlight Breeze Suite: Interiornya dilengkapi instalasi pencahayaan rumit yang terdiri dari 10.500 “bintang” yang menyala dalam tiga ukuran berbeda, dirancang untuk meniru pola ritme nyanyian burung bulbul.
– Ergonomi Inovatif: Konsol tengah dilengkapi sandaran tangan geser; ketika pintu terbuka, sandaran tangan bergerak mundur untuk memperlihatkan kontrol infotainment dan kompartemen penyimpanan khusus.
– Kemewahan Akustik: Atap soft-top menggunakan perpaduan kasmir yang canggih, kain khusus, dan komposit berperforma tinggi untuk memastikan insulasi suara maksimal.
Konteks dan Ketersediaan Pasar
Pengenalan Koleksi Coachbuild menandakan langkah Rolls-Royce menuju personalisasi ekstrem. Dengan menawarkan model-model “coachbuilt”, merek ini melayani kolektor tingkat tertinggi yang menuntut eksklusivitas yang tidak dapat disediakan oleh model produksi standar.
Sekilas Detail Penting:
– Batas Produksi: Hanya akan diproduksi 100 unit.
– Perkiraan Harga: Meskipun belum dikonfirmasi, kendaraan tersebut diperkirakan akan melebihi $1 juta.
– Jadwal Pengiriman: Pengiriman dijadwalkan dimulai pada 2028.
Project Nightingale berfungsi sebagai jembatan antara masa lalu Rolls-Royce dan masa depan mobil listriknya, membuktikan bahwa transisi ke teknologi kendaraan listrik sebenarnya dapat meningkatkan, bukannya mengurangi, tradisi seni pesanan Rolls-Royce.

















